Nyonya Indo

Info Terbaru

Memasak Resep Campuran Lilin Batik

Memasak Resep Campuran Lilin Batik

Membuat lilin batik dengan mencampur bahan bahan yang digunakan sampai pada meleleh encer disebut menjebor. Prinsip menjebor lilin batik adalah sebagai berikut :

  1. Bahan yang mempunyai titik leleh lebih tinggi dimasukkan terlebih dahulu daripada yang bertitik leleh rendah, semakin rendah titik lelehnya semakin terakhir masuk urutannya. Api yang digunakan dalam penjeboran sedang saja jangan terlalu besar. Biasa penjeboran daalam industri malam batik menggunakan kayu bakar atau menggunakan gas.
  2. Dalam penjeboran, harus diaduk terus menerus secara konstan dan tidak boleh diabaikan, karena mempengaruhi kualitas lilin batik.
  3. Setelah pencampuran selesai, maka biasanya dituang dalam cetakan yang mudah lepas dengan terlebih dahulu disaring dengan menggunakan kain supaya kotoran dari bahan baku tidak ikut terbawa di adonan. Untuk mengantisipasi buntu mulut canting apabila menggunakan canting ukuran kecil.
  4. Urutan titik leleh bahan baku lilin batik sebagai berikut :
    1. Damar / Mata kucing 82°-85°C
    2. Gondorukem 80°-82°C
    3. Microwax 70°C
    4. Parafin 60°C
    5. Malam Tawon 59°C
    6. Kendal / Lemak 50°C
    7. Lilin Bekas 55°-60°C

 

  1. Sebagai contoh cara menjebor lilin batik, apabila kita mempunyai resep campuran lilin batik sbb :
  • 2 Kg Damar mata kucing
  • 4 Kg Gondorukem
  • 3 Kg Lilin Bekas
  • 1 Kg Parafin
  • 3 Kg Kote
  • 1 Kg Kendal

Maka cara mengerjakan penjeboran adalah sbb :

  1. Matakucing yang mempunyai titik leleh paling tinggi dimasukkan yang pertama kedalam kenceng (panci tembaga) tempat menjebor, dipanaskan sampai semua melelhdan menjadi cair, dan diaduk terus sampai cairan merata.
  2. Gondorukem dimasukkan ke dalam kenceng, diaduk sampai campuran cair dan merata.
  3. Setelah itu paraffin dimasukkan, diaduk sampai campuran cair dan merata.
  4. Begitu selanjutnya lilin bekas, kote, dan yang terakhir adalah Kendal karena mempunyai titik leleh yang terendah / terkecil.
  5. Setelah tercampur dengan baik, kemudian lilin dituang dalam cetakan dan melalui proses saring, dibiarkan dingin dan membeku semalaman. Dan bisa digunakan untuk proses pembatikan.

 

Sifat-Sifat Lilin Batik

Sifat sifat dari lilin batik dipengaruhi dari komposisi bahan baku dan perbandingannya, ada beberapa sifat yang dikehendaki pada lilin batik, seperti dibawah ini :

  • Mudah pecah atau tidak mudah pecah
  • Mudah menembus atau tidak menembus kain
  • Tahan alkali atau tidak tahan alkali
  • Stabil atau tidak stabil (dipengaruhi cuaca)
  • Cocok dengan udara panas atau udara dingin

Sebagai contoh ada 2 perbandingan resep yaitu

Resep 1

Lilin batik klowong untuk sogan halusan :

  • 0,1 Damar mata kucing
  • 1,0 Gondorukem
  • 0,5 Parafin
  • 0,2 Kote kualitas 1
  • 0,1 Kendal

 

Resep 2

  • 1,0 Gondorukem
  • 1,0 Parafin
  • 1,0 Kote Kulitas 1

 

Analisanya :

Pada resep 1, lilin untuk batik soga yang celup beberapa kali dalam larutan zat warna netral dan sedikit asam, maka yang diperlukan adalah :

  • Lapisan lilin supaya tebal dan kuat maka diberikan damar matakucing.
  • Lapisan lilin kuat melekat dan menembus kedalaman kain, maka dipakai gondorukem agak banyak jumlahnya.
  • Perlu daya tolak kebasahan yang baik maka diperlukan paraffin.
  • Perlunya lilin stabil dan tahan lama karena dikerjakan dalam waktu lama maka dipakai kote.
  • Perlunya sifat lilin yang lemas untuk mengimbangi gondorukem dan damar mata kucing, maka ditambahkan kendal.

 

Pada resep 2, dipakai untuk batik naphtolan dimana dibutuhkan lilin batik dengan daya rekat yang baik, daya tolak basah yang baik serta tahan alkali (stabil).

Maka analisanya sbb :

  • Pemakaian gondorukem dan paraffin yang cukup besar
  • Gondorukem yang cukup besar, dipakai untuk memperbesar daya lekat dan daya tembus di kain.
  • Ditambahkan kote untuk mengimbangi supaya lilin bisa stabil dan tidak mudah pecah.

Dari contoh diatas ini, kita bisa menganalisa sendiri kebutuhan bahan baku yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi dari hasil lilin batik yang dikehendaki. 

 

 

Beberapa Permasalahan dalam Penjeboran Lilin Batik

Adanya beberapa permasalahan dari penjeboran lilin batik, mengakibatkan hasil pemakaian dari lilin batik tidak maksimal sesuai yang diharapkan. Ada beberapa cara dalam mengantisipasi dan memperbaiki lilin batik, yaitu :

  • Pada lilin klowong tidak menghasilkan sogan yang bersih (tidak putih), karena lilin menghitam.
    Solusi: lilin bekas yang dipakai sudah kotor dan hitam, maka perlu diolah lagi dengan cara dimasak dengan gondorukem, paraffin dan kote yang secukupnya, kemudian disaring.
  • Lilin batik berbuih, menyebabkan tapak lilin tidak rata dan berbintik-bintik.
    Solusi: dimasak lagi agar air yang terkandung didalam lilin batik bisa hilang menguap dan disaring.
  • Karena kebanyakan lemak / Kendal, maka bekas lilin encer , kasar dan mudah keluar dari canting.
    Solusi: dimasak lagi dan ditambahkan unsur-unsur resep yang lainnya.
  • Karena kebanyakan paraffin, tapak lilin menjadi besardan mudah lepas, dan tidak lancer keluar dari canting.
    Solusi: dimasak lagi dan ditambahkan lilin lanceng (campuran damar matakucing : gondorukem = 1:1).

 

 

Next..  Beberapa Resep Campuran Lilin Batik

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

WhatsApp chat
Positive SSL